Wirid Siang Hari: Antara terbitnya fajar kedua sampai terbitnya matahari (Kitab Wirid dan Keutamaannya Mukhtasar Minhajul Qashidin #3)

Wirid Siang Hari: Antara terbitnya fajar kedua sampai terbitnya matahari (Kitab Wirid dan Keutamaannya Mukhtasar Minhajul Qashidin #3)

Waktu ini adalah waktu yang mulia karena Allah telah bersumpah dengannya:

وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ

Hendaknya bagi orang yang menuju akhirat berdizikir pada Allah setelah bangun tidur:

الحمد لله الذي أحيانا بعد ما أماتنا وإليه النشور

Dzikir ini diriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wassalam dari Al-Bukhari.

Di riwayat Muslim dari hadits Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:

Wirid Siang Hari: Antar Terbitnya Matahari sampai Dhuha (Kitab Wirid dan Keutamaannya Mukhtasar Minhajul Qashidin #4)

Wirid Siang Hari: Antar Terbitnya Matahari sampai Dhuha (Kitab Wirid dan Keutamaannya Mukhtasar Minhajul Qashidin #4)

Waktu dari terbitnya matahari sampai sekitar tiga jam. Jika waktu siang 12 jam maka dia seperempatnya. Waktu ini adalah waktu mulia terdapat dua tugas:

  1. Shalat dhuha.
  2. Berkaitan dengan kegiatan sosial seperti menjenguk orang sakit, melayat, majelis ilmu atau memenuhi kebutuhan muslim.

Jika tidak ada perkara sosial di atas hendaknya menyibukkan diri dengan membaca Al-Quran dan dzikir.

Diringkas dan diterjemahkan oleh Ust. Zen Ibrahim hafizhahullah dari Kitab Mukhtasar Minhajul Qashidin karya Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah.

Tujuan Wirid pada Siang dan Malam (Kitab Wirid dan Keutamaannya Mukhtasar Minhajul Qashidin #1)

Tujuan Wirid pada Siang dan Malam (Kitab Wirid dan Keutamaannya #1)

Berkata Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah ta’ala mengenai tujuan-tujuan wirid siang dan malam mengikuti tabiat jiwa manusia yang jenuh ketika berkutat dalam satu aktivitas yang sama:

اعلم أنه إذا حصلت المعرفة لله سبحانه، والتصديق بوعده، والعلم بقصر العمر، وجب ترك التقصير في هذا العمر القصير.

Berilmulah, sesungguhnya jika kamu mencapai marifatullah subhanahu, membenarkan janji-Nya, menyadari dengan ilmu keterbatasan umur maka wajib meninggalkan upaya kesia-siaan pada umur yang pendek ini.

Adab Berdoa (Kitab Dzikir dan Doa Mukhtasar Minhajul Qashidin #2)

Adab Berdoa (Kitab Dzikir dan Doa Mukhtasar Minhajul Qashidin #2)

Di antara adab-adab waktu berdoa ialah:

Mencari waktu-waktu mulia seperti tahunan pada hari Arafah, bulan seperti Ramadhan, pekanan seperti hari Jumat dan malam seperti waktu sahur.

Di antara waktu-waktu mulia lainnya: Antara azan dan iqamat, selesai shalat, ketika turun hujan, ketika berperang fisabilillah, ketika mengkhatamkan Al-Quran, dalam sujud, ketika berbuka, ketika hadirnya hati dan takutnya hati pada Allah.

Fadhilah Majelis Dzikir dan Dzikir (Kitab Dzikir dan Doa Mukhtasar Minhajul Qashidin #1)

Fadhilah Majelis Dzikir dan Dzikir (Kitab Dzikir dan Doa Mukhtasar Minhajul Qashidin #1)

Ketahuilah sesungguhnya tidak ada setelah tilawah Al-Quran ibadah lisan yang lebih utama dari dzikir pada Allah dan menaikkan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dengan doa ikhlas kepada-Nya ta’ala.

Fadhilah Majelis Dzikir

Dalam Shahih Muslim:

لا يقعد قوم يذكر الله إلاحفتهم الملائكة، وغشيتهم الرحمة، ونزلت عليهم السكينة، وذكرهم الله فيمن عنده.

“Tidaklah suatu kaum berdzikir pada Allah kecuali malaikat akan mengelilinginya, dinaungi rahmat, turun atas mereka sakinah dan Allah akan menyebut mereka di hadapan malaikat.”

Amal-amal Batin dalam Tilawah (Adab Al-Quran dan Keutamaannya Mukhtasar Minhajul Qashidin #4)

Amal-amal Batin dalam Tilawah (Adab Al-Quran dan Keutamaannya Mukhtasar Minhajul Qashidin #4)

Disunahkan tahsinul qiraah (membaguskan suara bacaan). Jika tidak mampu membaguskan suara maka baguskan sebisanya. Adapun membaca Al-Quran dengan lahn (bermain-main nada, berlagu), para salaf membencinya.

Disunahkan membaca Al-Quran dengan sir (lirih). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

فضل قوءة السر علي قرءة العلانية كفضل صدقة السر علي صدقة العلانية

“Keutamaan membaca Al-Quran dengan sir dari membaca Al-Quran dengan mengeraskan seperti keutamaan sedekah sir dari sedekah menampakkan.”

Adab Penghafal Al-Quran (Adab Al-Quran dan Keutamaannya Mukhtasar Minhajul Qashidin #2)

Adab Penghafal Al-Quran (Adab Al-Quran dan Keutamaannya Mukhtasar Minhajul Qashidin #2)

قال عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال ينبغي لحامل القرآن أن يعرف بليله إذا الناس نائمون وبنهاره إذا الناس مفطرون وبحزنه إذا الناس يفرحون وببكائه إذا الناس يضحكون وبصمته إذا الناس يخوضون، وبخشوعه إذا الناس يختالون ولا ينبغي ان يكون جافيا ولا غافلا، ولا صخابا ولا حديدا.

Keutamaan Al-Quran (Adab Al-Quran dan Keutamaannya Mukhtasar Minhajul Qashidin #1)

Keutamaan Al-Quran (Adab Al-Quran dan Keutamaannya Mukhtasar Minhajul Qashidin #1)

Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah menjelaskan keutamaan Al-Quran Al-Karim sebagai berikut:

  1. Kalamullah.

Keutamaan Al-Quran paling agung adalah bahwa Al-Quran kalamullah.

  1. Dipuji Allah dalam banyak ayat.

وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ

"Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi." (Al-An'am: 92)

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

Subscribe to Adab dan Tazkiyah