Konsep tahfizh mengacu pada prinsip; tahsin sebelum tahfizh dan hafalan Al-Quran menyesuaikan kemampuan anak dengan syarat mutqin.
Mutiara Muslimah bukan pesantren tahfizh murni. Tahfizhul Quran menjadi salah satu materi pelajaran disamping pelajaran hafalan mutun ilmiah dan pemahaman. Oleh karena itu, tidak ada target santri harus hafal 30 juz. Tetapi target diberikan menyesuaikan kemampuan masing-masing santriwati dengan ketentuan mutqin.
Sehingga andai santriwati hanya hafal 1 juz selama 3 tahun tetapi mutqin, itu jauh lebih baik dari pada banyak hafalan tetapi tidak mutqin. Banyak-banyakan hafalan Al-Quran juga tidak kami perlombakan, dengan harapan santriwati yang hafalannya sedikit tidak minder dan jatuh mental. Karena tujuan yang wajib ain dari Al-Quran adalah pemahaman dan pengamalan. Allah juga tidak membebankan hamba diluar kemampuan.
Namun kami menentukan target minimal adalah 3 juz mutqin selama 3 tahun, dan insya Allah target ini mampu diikuti oleh santriwati dengan hafalan lemah. Bekal minimal 3 juz sudah sangat cukup dan istimewa sebagai bekal awal untuk melanjutkan hafalan setelah lulus mondok.
Penyesuaian Bersama
Sebelum masuk pelajaran tahfizh, seluruh santriwati melakukan penyesuaian bersama untuk memperbaiki bacaan Al-Quran atau tahsin. Pelajaran tahsin menggunakan buku Karima Dasar dilanjutkan pembiasaan membaca Al-Quran dengan bacaan pelan dan tidak tergesa-gesa. Waktu yang diperlukan dalam penyesuaian ini antara 3 sampai 6 bulan.
Ujian Tahfizh
Ujian tahfizh adalah perjuz atau disebut juziyah. Dengan cara setoran 1 juz sekali mejelis yang telah dihafalkan. Kami tidak menyelenggarakan ujian tahfizh 3 juz, 5 juz atau rangkaian juz lainnya sekali majelis.
Ujian juziyah juga melewati beberapa tahapan yang meringankan santri, yaitu:
- Ujian rubuiyah (per seperempat juz) sekali majelis.
- Ujian hizb (setengah juz) sekali majelis.
- Ujian juziyah sekali majelis.
Ujian ini akan terus diulang karena kami menekankan murojaah dari pada banyak hafalan.