Tata boga menumbuhkan fitrah muslimah pada urusan dapur dan masak memasak.

 

Konsep tata boga kami sangat sederhana dan aplikatif. Tujuannya menumbuhkan fitrah muslimah pada urusan dapur. Kami melihat anak perempuan zaman sekarang ada yang tidak bisa mengupas bawang dan ditemukan banyak yang tidak bisa menggoreng tempe.

Putri antum akan dilatih terbiasa dengan urusan dapur. Santriwati akan belajar tata boga aplikatif sebagai bekal kehidupan rumah tangga, dan keahlian ini bisa menjadi bekal wirausaha kecil kelak. Mulazamah Mutiara muslimah tidak mengajarkan tata boga industri pariwisata atau perhotelan yang belum tentu bermanfaat bagi kehidupan rumah tangga.

Santriwati akan belajar secara rutin hal-hal dasar dari mengupas bawang, mengolah tempe tahu, memasak sayur mayur, mengolah ikan dan lain-lain termasuk belajar memasang gas LPG. Pelajaran ini langsung dipraktikkan sehari-hari agar menjadi kebiasaan. Kadang ada anak, memotong bawang merah dan putih untuk masak sayur bening tidak bisa diselesaiakan dalam waktu setengah jam. Karena itu, teori kami sederhana: pembiasaan.

Tataran selanjutnya santriwati akan belajar makanan dan minuman olahan sederhana. Seperti membuat mendoan, tahu isi, bakwan dan aneka minuman segar. Pelajaran ini rutin di hari senin dan kamis sekalian mempersiapkan takjil buka puasa sunah.

Sedangkan makanan olahan rumit seperti membuat makanan olahan beku semisal naget, olahan menu ikan, olahan menu daging dan roti-rotian diajarkan sesuai kebutuhan dan level pembelajaran. Dikarenakan biayanya mahal dan beberapa menu membutuhkan alat seperti mixer.

Pelajaran tata boga ini langsung diampu oleh Ustazah Istianah Royani sebagai mudirah karena memiliki pengalaman sebagai ibu rumah tangga dan pengusaha makanan olahan dan pernah belajar dengan chef-chef nasional.