
Mutiaramuslimah.com – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Keluarga besar Mulazamah Mutiara Muslimah Karanganyar diselimuti duka mendalam atas berpulangnya Ibu Hj. Thohiroh Mahsunah rahimahallah dari Ceper, Klaten. Beliau merupakan sosok yang selama ini dikenal sebagai pembina sekaligus pengasuh bagi para santriwati di Mutiara Muslimah.
Almarhumah menghembuskan napas terakhir pada Ahad, 11 Januari 2026. Kepergian beliau meninggalkan duka bagi seluruh civitas akademika dan wali santri karena jasa besar yang telah ditorehkannya sejak awal berdirinya lembaga ini. Sekalipun dalam kondisi sakit selama setahun terakhir, beliau masih memikirkan keberlangsungan dan kebaikan dakwah Al-Quran, memperhatikan anak-anak yatim dan dhuafa.
Ibu Hj. Thohiroh Mahsunah rahimahallah merupakan salah satu donatur awal saat Mulazamah Mutiara Muslimah pertama kali didirikan. Sejarah mencatat dedikasi dan konsistensi beliau dalam mendukung perjuangan dakwah dan pendidikan Al-Quran yang tidak pernah terputus hingga akhir hayatnya. Kasih sayang dan dukungan finansial yang beliau berikan telah menjadi pondasi penting bagi kelangsungan proses belajar-mengajar di pondok ini.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, sejumlah santriwati bersama pengasuh utama berkesempatan melakukan takziah langsung ke rumah duka di Ceper, Klaten. Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyampaikan bela sungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan serta turut menshalatkan jenazah almarhumah.
Markaz Mulazamah Mutiara Muslimah menyampaikan permohonan doa kepada seluruh wali santri, alumni, dan para santriwati agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. “Semoga Allah menerima seluruh amal jariyah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan beliau di Jannatul Firdaus yang tertinggi,” tulis pernyataan resmi manajemen.
Segenap pengasuh juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi ujian ini. Jasa-jasa beliau dalam mencetak generasi muslimah yang bertaqwa akan terus dikenang sebagai amal jariyah yang tak terputus.