
Mutiaramuslimah.com – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Mulazamah Mutiara Muslimah pada Selasa (21/4/2026). Markas pendidikan yang terletak di lereng Lawu ini menggelar acara perpisahan dan pelepasan santriwati jenjang setingkat SMP Angkatan ke-3 secara sangat sederhana dan simpel.
Setelah menempuh perjalanan thalabul ilmi selama tiga tahun penuh, sebanyak enam santriwati dinyatakan lulus. Menariknya, sebaran asal santriwati angkatan ini cukup luas, dengan peserta terjauh berasal dari Medan, Sumatera Utara, yang telah merantau demi mendalami ilmu syar’i di tanah Jawa. Keenam santriwati tersebut adalah:
- Nushaibah Syauqi Asy Syahidah (Surakarta).
- Syifa’ul Qolbi (Karanganyar).
- Nimah Nur Komariyah (Karanganyar).
- Tuhya Maryam Indah (Sragen).
- Fitria Yasmin Anastasya (Surakarta).
- Arifah Badar (Medan).
Pesan Mendalam dari Mudiroh
Acara yang berlangsung secara internal dan sederhana ini dibersamai dengan Ustazah Istianah binti Firmansyah Bakri Royani hafizhahallah selaku Mudiroh (pimpinan) Mulazamah Mutiara Muslimah. Dalam taushiyah pelepasannya, beliau menekankan pentingnya menjaga istiqomah pasca-kelulusan.
“Tiga tahun adalah waktu untuk menanam fondasi. Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal bagi kalian untuk membuktikan adab dan ilmu yang telah dipelajari di tengah masyarakat maupun di jenjang pendidikan selanjutnya,” pesan Ustazah Istianah di hadapan para santriwati.
Menyelesaikan Studi dengan Merampungkan Kitab-kitab Dasar
Selama tiga tahun menaman, kini saatnya menuai dengan seabrek prestasi ilmiah dan keterampilan. Santriwati telah menyelesaikan hafalan Quran bervariasi antara 6 Juz sampai 24 juz. Disamping itu mereka juga menyelesaikan beberapa kitab dasar dalam ilmu Nahwu, fiqih Syafi’i, hadits dan adab.
Pentas Seni: Ungkapan Syukur dan Perpisahan
Meski dikemas dengan sederhana, acara tetap berlangsung meriah dengan penampilan bakat dari para santriwati. Berbagai pentas seni ditampilkan sebagai bentuk ekspresi kegembiraan sekaligus perpisahan, mulai dari lantunan nasyid yang menyentuh hati hingga kreativitas seni lainnya.
Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan sisi kepercayaan diri dan keterampilan non-akademis yang dipupuk selama masa pendidikan di mulazamah.
Menatap Masa Depan
Keenam santriwati ini kini bersiap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan bekal hafalan Al-Qur’an, pemahaman kitab dasar, serta ijazah kesetaraan yang telah diperjuangkan, mereka diharapkan mampu menjadi teladan muslimah yang mandiri dan berakhlak mulia.
Pihak lembaga berharap, ilmu yang didapatkan selama tiga tahun di Mutiara Muslimah menjadi cahaya yang menerangi langkah mereka di mana pun mereka berada.