
Mutiaramuslimah.com – Gema takbir yang mengangkasa menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha menjadi momentum indah bagi keluarga besar Mulazamah Mutiara Muslimah untuk semakin mempererat tali ukhuwah islamiyah. Pada pelaksanaan shalat Idul Adha tahun ini, para santriwati bersama jajaran asatidzah tampak bersuka cita melaksanakan ibadah shalat Id berjamaah langsung di tengah-tengah masyarakat setempat, Rabu (27/5/2026).
Langkah ini diambil sebagai penegasan atas visi lembaga bahwa proses pendidikan pencetakan generasi muslimah tidak boleh membuat mereka menjadi eksklusif atau menarik diri dari lingkungan sosial. Sebaliknya, Mutiara Muslimah selalu menekankan pentingnya bersinergi, membaur, dan memberikan kemanfaatan nyata bagi warga sekitar.

Menepis Sekat, Membaur di Saf Shalat Id
Sejak pagi hari, para santriwati berpakaian syar’i rapi dan beradab telah berjalan beriringan menuju lapangan/masjid yang menjadi pusat pelaksanaan shalat Idul Adha di pemukiman warga. Mereka menempati saf-saf yang telah disediakan, berdampingan langsung dengan ibu-ibu dan remaja putri dari kalangan masyarakat umum.
Kehadiran santriwati di tengah warga ini menciptakan atmosfer kekeluargaan yang begitu hangat. Tidak ada batasan atau sekat eksklusivitas; semuanya menyatu dalam satu tujuan yang sama, yaitu mengagungkan asma Allah subhanahu wa ta’ala.
Pihak lembaga memandang bahwa ibadah yang agung akan terasa jauh lebih bermakna ketika dilaksanakan bersama-sama dengan masyarakat marhaen dan tetangga sekitar pondok yang selama ini telah ikut menjaga kenyamanan lingkungan belajar ananda.

Turut Serta Mengulurkan Tangan di Dapur Qurban
Kemesraan ukhuwah tersebut tidak berhenti begitu saja setelah salam penutup shalat Id dibacakan. Pasca-pelaksanaan ibadah, para santriwati langsung bergegas menuju lokasi penyembelihan hewan qurban milik warga di Masjid Besar Baiturrahman Gadungan.
Dengan penuh semangat dan tanpa rasa canggung, para santriwati membaur bersama ibu-ibu jemaah setempat untuk membantu proses pengelolaan daging qurban. Menggunakan bekal keterampilan hidup (life skill) yang biasa diasah di pondok, mereka ikut serta memotong, memilah bagian daging, hingga menimbangnya ke dalam wadah-wadah siap bagi.
“Pendidikan mulazamah bukan hanya tentang membaca kitab di dalam ruangan, tetapi tentang bagaimana mengamalkan isi kitab itu di dunia nyata. Membantu warga mengurus daging qurban adalah salah satu bentuk riadhah (latihan) bagi santriwati untuk menumbuhkan kepedulian sosial, melatih adab bertetangga, dan membiasakan diri berkhidmat untuk umat,” urai Ustadzah Istianah Royani, Mudiroh Mutiara Muslimah.
Lulusan yang Siap Terjun ke Masyarakat
Aktivitas sosial di hari raya ini menuai banyak respons positif dan apresiasi dari warga sekitar. Mereka mengaku senang dengan kehadiran para santriwati yang dinilai santun, cekatan, dan tidak membatasi diri dari kegiatan kampung.
Melalui pembiasaan-pembiasaan membumi seperti ini, Mulazamah Mutiara Muslimah berharap dapat melahirkan lulusan muslimah yang tidak hanya cerdas dan teoretis secara keilmuan syar’i, melainkan juga figur yang supel dengan tetap menjaga kaidah syariat, beradab mulia, serta siap memimpin dan melayani masyarakat di mana pun mereka menetap kelak.