
Mutiaramuslimah.com – Alhamdulillah, binikmatihi tatimmush shalihat. Sebuah capaian ilmiah yang istimewa dan sarat inspirasi kembali terukir dalam lembaran akademik kader da’iyah jajaran asatidzah Mutiara Muslimah. Atas fadhilah dan kemudahan dari Allah ta’ala, Ustazah Aina Mardhiyah binti Zen Ibrahim hafizhahallah selesai merampungkan pembacaan dan taliq (penjelasan singkat) Kitab Tahdzib Tafsir Al-Baghawi pada usia yang masih sangat muda, yakni 16 tahun.
Kitab monumental tersebut berhasil beliau selesaikan dalam program Dauroh Majlis Sama’ yang diselenggarakan oleh Markaz Mulazamah Yassalam Solo pada Sabtu (20/6/2026). Capaian besar ini diraih di bawah bimbingan langsung dua ulama dan guru mulia, Syeikhuna DR. Sufyan bin Fuad Baswedan, M.A. dan Syeikhuna DR. Samir bin Yusuf Al-Hakali hafizhahumallah.
Mengenal Kedudukan Agung Tafsir Al-Baghawi
Tafsir Al-Baghawi atau yang memiliki judul asli Ma’alimut Tanzil adalah karya emas yang ditulis oleh Imam Abu Muhammad Al-Husain bin Mas’ud Al-Baghawi rahimahullah. Dalam menyusun karya ini, beliau menyarikan dan menyaring kitab tafsir sebelumnya yang lebih tebal karya Imam Ats-Tsa’labi.
Imam Al-Baghawi secara selektif membuang riwayat-riwayat yang dianggap lemah (dha’if) maupun palsu (maudhu’). Al-Hafiz Ibnu Katsir rahimahullah bahkan memuji kitab ini sebagai tafsir yang paling bersih dari hadits-hadits bid’ah dan riwayat palsu.
Kelebihan utama kitab ini terletak pada metodologinya yang menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan koridor aqidah Salaf Ahlul Hadits. Hal ini sangat krusial bagi penuntut ilmu agar memiliki fondasi aqidah yang lurus dengan merujuk langsung pada pemahaman Salafush Shalih. Karena dedikasinya yang tinggi dalam menjaga kemurnian riwayat inilah, Imam Al-Baghawi digelari sebagai Muhyis Sunnah (Penghidup Sunnah).

Putri Mudiroh dengan Rekam Jejak Kitab yang Matang
Ustazah Aina Mardhiyah merupakan putri tercinta dari Ustazah Istianah binti Firmansyah Bakri Royani hafizhahallah (Mudiroh Mulazamah Mutiara Muslimah). Di balik capaian pengkajian tafsir besar ini, beliau rupanya telah memiliki basis pokok ilmiah yang kokoh.
Tercatat, beberapa kitab dasar interdisipliner (mutun ilmiah) telah beliau tuntaskan, di antaranya:
1. Bidang Nahwu & Bahasa Arab:
- Durusulughah Lighairi Nathiqina Biha (Jilid 1-2)
- An-Nahwu Al-Wadhih (Jilid 1-3)
- Matan Al-Jurumiyah beserta syarahnya At-Tuhfatus Saniyah dan Tashilul Wushul ila Tuhfatis Saniyah (Jilid 1-5)
- Al-Arabiyah Baina Yadaik (Jilid 1-4)
2. Bidang Hadits & Aqidah Salaf:
- Al-Arba’in An-Nawawiyah beserta syarahnya Mukhtashor serta Khulashoh Al-Hulalu Al-Bahiyah
- Matan Al-Ushul Ats-Tsalatsah
3. Bidang Fiqih (Madzhab Syafi’i):
- Matan Safinatun Najah
4. Bidang Adab & Tazkiyatun Nufus:
- Al-Lubab min Kitabil Adab
- Ayyuhal Walad
- Mukhtashor Fi Zhilalil Akhlaq
- Ta’limul Muta’allim Thariqat Ta’allum
5. Bidang Tajwid & Al-Qur’an:
- Matan Tuhfatul Athfal
- At-Tibyan Fi Itqani Qira’ah Bil Qur’an

Buah Keistiqomahan Metode Mulazamah Murni
Pondasi keilmuan yang luas ini tidak dibangun dalam semalam. Dirintis sejak usia 11 tahun, Ustazah Aina mula-mula belajar langsung di bawah asuhan sang Abi (Ustadz Zen Ibrahim) serta guru-guru lainnya melalui metode mulazamah murni yang konsisten.
Berkat ketekunan, bimbingan yang tepat, dan taufik dari Allah, beliau mampu menyelesaikan berbagai disiplin ilmu alat dan syariat termasuk program Tahfizhul Qur’an secara efektif dalam kurun waktu 5 tahun. Kematangan ilmu dan adab inilah yang membuatnya telah diperkenankan untuk turut berkhidmat mengajar di Mulazamah Mutiara Muslimah sejak usia 15 tahun.
Pihak lembaga dan keluarga besar Mutiara Muslimah mengucapkan barakallahu fii kum atas capaian ilmiah ini. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan ilmu yang diraih bermanfaat, diberkahi di dunia dan akhirat, serta menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan bagi dirinya, kedua orang tuanya, para masyayikhnya, serta segenap kaum muslimin.