
Baru-baru ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, mendorong penerapan model pembelajaran Deep Learning di bangku sekolah. Wacana ini muncul sebagai kritik terhadap model Surface Learning (belajar di permukaan) yang selama ini dinilai hanya mengejar keluasan materi tanpa kedalaman pemahaman.
Bagi kita, istilah Deep Learning sejatinya bukanlah hal baru. Dalam tradisi pendidikan Islam klasik, model ini telah lama dikenal dan dipraktikkan dengan istilah Mulazamah.
Kembali ke Akar Keberhasilan: Kaidah Imam Malik
Langkah pemerintah untuk mendekatkan dunia pendidikan dengan metode yang lebih mendalam adalah sebuah sinyal positif. Hal ini mengingatkan kita pada kaidah emas dari Imam Malik rahimahullah:
لا يُصلح آخرَ الأمة إلا ما أصلح أولَها “Umat yang akhir ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan apa yang dapat menjadikan umat yang awal itu baik.”
Maknanya jelas: pendidikan bangsa ini akan mencapai masa kejayaannya jika kita berani kembali menerapkan konsep pendidikan para pendahulu kita di masa keemasan kerajaan Islam, yakni metode Mulazamah yang menekankan pada kedalaman ilmu dan kedekatan antara guru dan murid.
Kritik terhadap Surface Learning
Saat ini, fenomena Surface Learning tidak hanya diterapkan di sekolah umum atau madrasah, tetapi juga mulai menjangkiti ke mayoritas lembaga pendidikan Islam swasta mulai dari tingkat dini hingga Mahad Aly. Pola yang terlalu administratif dan mengejar target kurikulum yang padat sering kali mengorbankan kualitas pemahaman santri.
Inisiatif dari Mendikdasmen merupakan pengakuan luas bahwa model pendidikan klasik pesantren memiliki ketahanan dan fleksibilitas tinggi. Alumninya terbukti mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang sangat cepat karena fondasi berfikir mereka telah terbentuk secara mendalam melalui proses mulazamah.
Lima Tahun Konsistensi Mulazamah Mutiara Muslimah
Sejak pertama kali berdiri pada 2021, Markas Mulazamah Mutiara Muslimah telah berkomitmen penuh menerapkan konsep ini. Alhamdulillah, selama lima tahun perjalanan ini, para wali santriwati telah merasakan dan mengapresiasi hasil nyata dari model mulazamah.
Keunggulan santriwati kami terbukti mampu bersaing dengan alumni lembaga pendidikan lainnya:
- Pengakuan Kompetensi: Alumni setingkat SMP dari Mutiara Muslimah diterima di jenjang SMA lanjutan hanya melalui tes masuk, bahkan tanpa harus menunjukkan sertifikat formal lembaga sebelumnya.
- Prestasi Beasiswa: Sebagian alumni berhasil meraih beasiswa di sekolah-sekolah lanjutan favorit karena kualitas keilmuan mereka.
- Kematangan Akhlak: Prestasi yang paling membanggakan adalah transformasi akhlak dan kedewasaan santriwati.
Semua ini adalah buah dari metode Mulazamah Murni, di mana para guru dan pimpinan turun langsung untuk membersamai, membimbing, dan memantau setiap proses pertumbuhan santriwati secara personal. Dengan Deep Learning atau Mulazamah, kita tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara kognitif, tetapi juga kokoh secara karakter dan spiritual.