
Mutiaramuslimah.com – Kabar bahagia datang dari halaqah tahfizh Mulazamah Mutiara Muslimah. Di awal semester genap ini (8/1/2026), dua santriwati baru akhirnya resmi diizinkan untuk memulai hafalan Al-Quran setelah melewati masa penantian selama satu semester penuh untuk fokus pada perbaikan bacaan (tahsin).
Kedua santriwati tersebut adalah Jihan yang berasal dari Solo dan Salwa yang datang jauh dari Palu, Sulawesi Tengah. Selama setengah tahun pertama, keduanya belum diperkenankan menghafal karena harus menjalani proses pemantapan kualitas bacaan hingga dinilai benar-benar layak oleh tim pengajar.
Dalam memulai langkah pertamanya, Jihan dan Salwa memulai hafalan dari Juz ’Amma dengan menggunakan metode Talaqqi. Melalui metode ini, mereka tidak menghafal secara mandiri, melainkan mendengarkan dan mengikuti bacaan dari ustadzah terlebih dahulu sebelum mulai menghafalnya. Hal ini bertujuan agar ayat-ayat yang masuk ke dalam ingatan memiliki tajwid yang benar serta memberikan pengalaman pendampingan yang berkesan bagi santri.
Ustazah Awanda, selaku guru tahfizh, memberikan apresiasi atas capaian ini. “Kemajuan mereka selama ini sangat bagus. Mereka menunjukkan semangat dan keseriusan belajar yang tinggi. Di Mutiara Muslimah, tidak ada santriwati yang diacuhkan atau tidak naik kelas; semuanya menerima porsi belajar yang baik sesuai tingkat kemampuannya, insya Allah,” tuturnya.
Kondisi Jihan dan Salwa ini berbeda dengan teman-teman seangkatannya yang sudah diizinkan menghafal sejak awal masuk karena dinilai telah memiliki standar bacaan yang baik. Perbedaan waktu mulai menghafal ini merupakan bentuk penerapan metode Ilmu Hal (personalized learning) yang menjadi ciri khas Mulazamah Mutiara Muslimah.
Metode tersebut merujuk pada konsep pendidikan generasi salaf sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Az-Zarnuji rahimahullah dalam kitab monumental Ta’lim Al-Muta’allim. Dengan pendekatan ini, santriwati dididik berdasarkan kebutuhan kompetensi pribadinya, bukan dipaksa mengikuti kurikulum klasikal secara masal tanpa memperhatikan kualitas dasar. Prinsip ini memastikan setiap santriwati memiliki fondasi ilmu yang kuat sebelum melangkah ke jenjang hafalan berikutnya.
Langkah awal Jihan dan Salwa ini menjadi bukti nyata bahwa konsistensi dan kesabaran dalam memperbaiki bacaan akan membuahkan hasil manis. Selamat dan sukses kepada Jihan dan Salwa atas kesabaran dalam menuntut ilmu dan perolehan prestasi yang luar biasa ini. Segenap manajemen Mulazamah Mutiara Muslimah juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para orang tua yang telah bersabar dan memercayakan proses pendidikan ananda sepenuhnya kepada kami.