
Mutiaramuslimah.com – Kabar membahagiakan kembali menyelimuti lereng Lawu. Alhamdulillah, Atikah binti Amali Jundullah, santriwati tahun kedua Mulazamah Mutiara Muslimah, sukses menuntaskan ujian Juz 1 sekali duduk dengan predikat Mumtaz (Sempurna) pada Rabu (4/2/2026).
Atikah merupakan seorang ahlu qoryah, sebutan akrab bagi warga lokal Ngargoyoso yang menimba ilmu di Mutiara Muslimah. Dengan kelulusan ujian juziyah ini, Atikah kini telah mengokohkan total 6 juz hafalan Al-Qur’an yang telah disetorkan selama masa mulazamahnya.
Tawakal sebagai Senjata, Ilmu sebagai Bekal
Ada hal yang istimewa dari perjalanan Atikah. Ia merupakan salah satu santriwati yang memilih jalan “merdeka” dengan tidak mengikuti program PKBM (ijazah kesetaraan). Baginya, tawakal penuh kepada Allah adalah senjata utama untuk menatap masa depan tanpa harus bergantung pada lembaran ijazah formal.
“Prestasi ini adalah buah dari kesabaran yang panjang dan kekuatan doa orang tua. Awalnya Atikah sempat mengalami kesulitan, namun atas pertolongan Allah, segala hambatan itu menjadi mudah dilalui,” ungkap Ustazah Awanda, guru Tahfizh Mutiara Muslimah.
Ruang bagi Kurikulum Kehidupan yang Mandiri
Mulazamah Mutiara Muslimah memang didesain menjadi ruang yang tepat bagi santriwati yang ingin fokus pada pendalaman ilmu tanpa terikat jenjang pendidikan yang kaku. Melalui model Personalized Learning, setiap santriwati didampingi sesuai kebutuhan dan ritme belajarnya masing-masing.
Tak hanya urusan akhirat, kemandirian duniawi pun dipersiapkan dengan matang. Di samping menghafal Al-Qur’an, Atikah dibekali keterampilan praktis seperti Tata Boga. Salah satunya adalah penguasaan resep industri nugget sehat berbagai varian yang dipersiapkan sebagai modal usaha rumahan di masa depan.
Estafet Dakwah
Seperti Lathifah, keberadaan Atikah di Mutiara Muslimah adalah wujud nyata dari estafet dakwah lintas generasi dalam menyusuri perjalanan kembali menuju Allah.
Ikatan ini bukanlah hal baru; Ayah Atikah merupakan teman sebangku Ustaz Zen Ibrahim, founder Mulazamah Mutiara Muslimah, sewaktu menimba ilmu di Kuliyatul Muallimin Darusy Syahadah. Maka, Mutiara Muslimah bukan sekadar madrasah ilmu, melainkan wadah ta’awun (tolong-menolong) di atas kebaikan dan takwa, merajut ukhuwah fillah yang diharapkan bersambung hingga ke surga kelak.