
Mutiaramuslimah.com – Kemandirian merupakan salah satu pilar pendidikan di Mulazamah Mutiara Muslimah. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme para santriwati, salah satunya Ni’mah Nur Qomariyah asal Karanganyar, Tuhya asal Sragen dan Arifah asal Medan yang mengikuti praktik Tata Boga pembuatan Nugget pada Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di dapur markaz ini terasa spesial karena dibimbing langsung oleh Mudiroh Mutiara Muslimah, Ustazah Istianah Royani hafizhahallah. Beliau memberikan pembekalan menyeluruh, mulai dari pemahaman resep, teknik pemilihan bahan, pengolahan adonan, hingga proses finishing berupa pembaluran tepung roti.
Resep Rahasia Skala Industri
Berbeda dengan praktik memasak biasa, Nugget Ayam yang dipelajari santriwati kali ini menggunakan resep standar industri dari “Nugget Umi Food”, unit usaha milik Ustazah Istianah yang telah sukses dan terbukti laku di pasaran saat beliau menetap di Palu.

“Nugget yang saya ajarkan ini adalah resep industri yang telah teruji kualitas dan rasanya. Ini adalah resep rahasia dapur kami. Saya ingin santriwati tidak hanya tahu cara memasak, tapi paham bagaimana standar sebuah produk yang layak jual,” ungkap Ustazah Istianah.
Santriwati membuat dua varian Naget, yaitu Nugget Ayam Sayur dan Nugget Ayam Jamur. Ayam Sayur adalah Nugget berbahan utama ayam dengan tambahan sayuran segar sarat vitamin nabati yang dibutuhkan tubuh. Sedang ayam jamur berbahan utama ayam dan jamur yang pula menyehatkan.
Belajar Ketelitian dan Kesabaran
Meski terlihat sederhana sebagai makanan beku (frozen food), proses pembuatan nugget ternyata membutuhkan teknik yang teliti. Ni’mah mengakui bahwa pengalaman ini memberikan perspektif baru baginya.
“Ternyata pembuatannya cukup rumit dan membutuhkan kesabaran ekstra. Selain waktu yang lama, kami juga belajar menggunakan peralatan modern agar hasilnya maksimal,” ujar Ni’mah di sela-sela praktiknya.

Halalan Thayyiban: Komitmen Produk Sehat
Aspek kesehatan dan kehalalan menjadi prioritas utama dalam praktik ini. Santriwati diajarkan prinsip-prinsip berikut:
- Bahan Alami: Hanya menggunakan bumbu-bumbu alami tanpa tambahan bahan kimia berbahaya sebagai pengamalan sifat waro'. Menurut Imam Az-Zarnuji rahimahullah, berhati-hati pada makanan syubhat memiliki pengaruh kuat pada kemuliaan adab santriwati.
- Higienis: Standar kebersihan dapur terjaga ketat selama proses produksi.
- Jaminan Halal: Ayam yang digunakan dipastikan disembelih secara syar’i agar produk yang dihasilkan benar-benar thayyib untuk dikonsumsi kaum muslimin.
Dengan pembekalan life skill seperti ini, Mutiara Muslimah berharap para santriwati kelak tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi dan keahlian usaha yang bisa dipraktikkan dari rumah setelah lulus nanti.
Pelajaran Mahal Tanpa Biaya Tambahan
Hal yang disyukuri dari kegiatan ini adalah seluruh teori dan praktik Tata Boga yang bernilai tinggi ini diberikan tanpa pungutan biaya tambahan sedikit pun. Tidak hanya pemateri ahli yang memberikan ilmunya secara sukarela, namun seluruh bahan termasuk daging ayam berkualitas juga tidak dibebankan kepada santriwati, walhamdulillah atas semua nikmat Allah.

Mulazamah Mutiara Muslimah berkomitmen mendidik santriwati dengan hati, layaknya keluarga sendiri. Pada pelajaran Tata Boga, kami ingin mengajarkan kepada santriwati untuk gemar berkorban dan berkhidmat kepada umat tanpa harus selalu menghitungnya dengan nilai materi. Pelajaran adab yang diintegrasikan di semua lini kehidupan santriwati di pondok termasuk belajar waro'.