
Mutiaramuslimah.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Mulazamah Mutiara Muslimah kembali membekali para santriwatinya dengan life skill yang bermakna. Kali ini, dapur Mutiara Muslimah dipenuhi aroma harum rempah dari praktik tata boga spesial: Ayam Bakar Bumbu Kecap, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini bukan sekadar memasak biasa, melainkan bagian dari kurikulum kemandirian agar santriwati memiliki bekal keterampilan yang mumpuni, baik untuk kebutuhan pribadi maupun potensi wirausaha di masa depan.
Melatih Mental dan Ketangkasan di Dapur
Pelajaran tata boga kali ini dirancang untuk melatih ketelitian dari hulu ke hilir. Santriwati dilibatkan dalam seluruh proses, mulai dari mencuci ayam hingga bersih, meracik bumbu rempah tradisional, proses ungkep agar bumbu meresap, hingga teknik membakar yang tepat.
Menariknya, tantangan terbesar justru ada pada hal-hal yang dianggap mendasar. Di era serba instan ini, tidak semua remaja perempuan terbiasa bersentuhan langsung dengan ayam mentah atau membersihkan bagian dalam ayam. Di Mutiara Muslimah, rasa canggung itu didobrak. Para santriwati diajarkan untuk tidak ragu memegang bahan makanan mentah sebagai bentuk apresiasi terhadap proses pengolahan makanan yang halal dan thayyib.

Menaklukkan Bara Api
Salah satu bagian yang paling menantang sekaligus seru adalah proses menyalakan arang secara manual. Bagi generasi masa kini, menyalakan api dari arang sering kali dianggap sebagai pekerjaan yang merepotkan dan mengotori tangan.
Namun, di bawah bimbingan Ustazah Istianah hafizhahallah, seluruh santriwati belajar bahwa ada kesabaran dan teknik di balik bara api yang menyala. Pelajaran ini mengajarkan mereka untuk menghargai proses manual dan tidak melulu bergantung pada teknologi instan.
“Tujuannya agar mereka tangguh. Bisa memasak di dapur modern, tapi juga tidak canggung jika harus memasak dengan cara tradisional,” ungkap Ustazah Istianah hafizhahllah.
Waro’ Mengindari Produk Israel
Mulazamah Mutiara Muslimah dalam kesehariannya menghindari produk-produk Israel sebagai wujud solidaritas kepada kaum muslimin Gaza. Maka pemilihan bumbu dapur seperti kecap dan mentega menggunakan produk alternatif.
Keputusan ini sebagai bentuk waro’ dan mengajarkan waro’ kepada santriwati. Wali santriwati juga akan lebih tenang karena putrinya dipilihkan asupan yang terhindar dari syubhat.

Bekal Menjelang Ramadhan
Pemilihan menu Ayam Bakar Bumbu Kecap ini juga bukan tanpa alasan. Menu ini menjadi salah satu favorit untuk hidangan berbuka puasa. Dengan menguasai resep ini, diharapkan santriwati dapat mempraktikkannya saat pulang ke rumah nanti, memberikan pengabdian terbaik bagi keluarga dengan hidangan yang mereka olah sendiri dari tangan mereka.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santriwati ini berlangsung dengan penuh keceriaan. Aroma ayam bakar yang menggugah selera menjadi penutup manis dari rangkaian pelajaran hari itu, sekaligus menjadi simbol kesiapan ruhani dan jasmani santriwati menyambut bulan mulia.
Disantap Sebagai Menu Buka Puasa Sunah
Setelah ayam bakar matang sempurna tanpa gosong bagian kulitnya, santriwati menikmatinya sembari berbuka puasa sunah. Mereka berkumpul di halaman pondok dan makan bersama. Tujuannya adalah memupuk kebersamaan. Setiap anak mendapat satu potong ayam dan lalapan sayuran. Kegiatan ini tidak dipungut biaya tambahan sebagaimana tata boga industri Nugget.
