Bahasa Arab adalah kunci untuk membuka gerbang pemahaman agama yang lurus. Namun, luasnya samudera ilmu Bahasa Arab seringkali membuat penuntut ilmu pemula bingung: Harus mulai dari mana? Cabang mana yang paling mendesak dipelajari?
Merujuk pada penjelasan Prof. DR. Sulaiman bin Abdul Aziz Al-Uyuni, Guru Besar Nahwu dari Universitas Al-Imam Riyadh, ilmu Bahasa Arab dapat diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan utama:
1. Ilmu Tashih (Ilmu Perbaikan)
Ini adalah tingkatan paling mendasar dan wajib. Tujuannya adalah membenarkan tata bahasa agar tidak terjadi kesalahan makna (lahn).
- Cakupan: Nahwu, Sharaf, dan Matan Lughah.
- Fungsi: Membekali pelajar dengan kemampuan menyusun kalimat dan memahami struktur kata dengan benar.
2. Ilmu Tafsih (Ilmu Kefasihan)
Tingkatan yang lebih tinggi untuk memperindah dan memperdalam pemahaman terhadap keindahan bahasa.
- Cakupan: Balaghah, Qawanin Qiraah, Naqd (Kritik Sastra), dan Fiqih Lughah.
- Fungsi: Membantu penuntut ilmu merasakan mukjizat kebahasaan dalam teks-teks syar’i.
3. Ilmu Takhasus (Ilmu Spesialisasi)
Ilmu yang bersifat keahlian teknis tertentu.
- Cakupan: Khat (seni tulis) dan Imla (kaidah penulisan).
- Fungsi: Dibutuhkan dalam kondisi khusus, misalnya bagi seorang pengajar yang ingin memperbaiki estetika tulisan di papan tulis.
Fokus Utama Penuntut Ilmu Syar’i
Dari ketiga cabang di atas, manakah yang paling dibutuhkan untuk memahami ilmu syariat? Prof. Sulaiman Al-Uyuni menegaskan bahwa penuntut ilmu cukup fokus pada dua bidang utama: Ilmu Tashih dan Ilmu Tafsih.
Sedangkan ilmu Takhasus tidak bersifat wajib untuk memahami dalil, melainkan hanya pelengkap sesuai kebutuhan profesi.
Implementasi Kurikulum di Mulazamah Mutiara Muslimah
Sejalan dengan metode yang diajarkan oleh Syeikh Sulaiman Al-Uyuni, Mulazamah Mutiara Muslimah menetapkan prioritas strategis dalam kurikulumnya. Fokus utama kami bagi para santriwati adalah membangun Asas Tashih.
Setiap santriwati dibimbing untuk menguasai: Nahwu & Sharaf melalui penguasaan Kitab Matan Lughah hafalan dan pemahaman serta praktik i’rob dan membaca kitab gundul.
Kami meyakini bahwa Bahasa Arab adalah jalan satu-satunya bagi siapa saja yang ingin faqih (paham mendalam) dalam ilmu syariat. Ia adalah tangga yang tidak boleh dilompati jika ingin mencapai puncak pemahaman agama yang benar.
Sumber Ringkasan: Muhadhoroh Prof. DR. Sulaiman bin Abdul Aziz Al-Uyuni hafizhahullah berjudul: “ما يحتاج إليه طالب العلم من اللغة العربية” (Apa yang Dibutuhkan Penuntut Ilmu dari Bahasa Arab).
Tonton Video Penjelasannya: Klik di sini untuk menyimak di YouTube