Dalam menuntut ilmu syari, penguasaan Bahasa Arab bukanlah sekadar pelengkap, melainkan sebuah asas. Di antara sekian banyak cabang ilmu bahasa, ilmu tashih (perbaikan bahasa) merupakan pondasi paling dasar. Melalui ilmu inilah seorang penuntut ilmu memiliki bekal untuk membenarkan lisan dan menjadi tangga pertama dalam memahami literatur Islam yang otentik.
Salah satu cabang ilmu tashih yang paling vital adalah Ilmu Nahwu. Ia menjadi asas pokok yang harus dikuasai sebelum melangkah ke cabang ilmu agama lainnya.
Mengapa Ilmu Nahwu Sangat Penting?
Kebutuhan terhadap ilmu Nahwu bersifat primer (utama). Nahwu berfungsi sebagai alat untuk:
- Membenarkan tata bahasa dan pengucapan agar terhindar dari kesalahan makna (lahn).
- Membantu memahami kedalaman makna dari ayat Al-Quran maupun Hadits Nabi ﷺ.
Secara etimologi, Nahwu berasal dari kata intiha kalamil arab (berakhir pada perkataan orang Arab). Artinya, kaidah-kaidah Nahwu disarikan langsung oleh para ulama terdahulu dari lisan orang-orang Arab asli yang bahasanya masih murni dan terjaga.
Strategi Kurikulum di Mulazamah Mutiara Muslimah
Menyadari betapa krusialnya ilmu alat ini, Santriwati Mulazamah Mutiara Muslimah dibekali dengan pembelajaran Nahwu sejak tahun pertama. Ilmu ini diposisikan sebagai materi pokok yang berjalan berdampingan dengan program Tahfizh Al-Quran.
Kami menerapkan kurikulum Nahwu yang sistematis dan bertahap yang sesuai dengan nasihat para ulama serta pengalaman mengajar kami selama bertahun-tahun. Tanpa penguasaan Nahwu yang kuat, seorang santriwati akan kesulitan memiliki kemandirian dalam menggali ilmu-ilmu agama langsung dari sumber aslinya. Oleh karena itu, Mulazamah Mutiara Muslimah secara strategis memfokuskan bekal pada ilmu pokok ini sebagai kunci utama studi lanjutan para santriwati di masa depan.
Artikel ini diringkas dari Muhadhoroh Guru Besar Nahwu Universitas Al-Imam Riyadh, Prof. DR. Sulaiman bin Abdul Aziz Al-Uyuni hafizhahullah, yang berjudul: “ما يحتاج إليه طالب العلم من اللغة العربية” (Apa yang Dibutuhkan Penuntut Ilmu dari Bahasa Arab).
Simak penjelasan lengkap beliau melalui video berikut: Lihat di YouTube