
Mutiaramuslimah.com – Kabar gembira sekaligus membanggakan datang dari keluarga besar Mulazamah Mutiara Muslimah. Salah seorang santriwati tahun ketiga, Arifah Badar asal Medan, Alhamdulillah berhasil menyelesaikan hafalan Kitab Ad’iyatun Nabi ﷺ pada bulan Jumadil Akhir (Desember) ini.
Pencapaian ini kian istimewa karena ujian hafalan dilaksanakan dengan metode “Sekali Duduk” di hadapan Ustazah Awanda Kurniawati hafizhahallah dan dinyatakan lulus dengan hasil yang baik. Arifah menjadi santriwati pertama yang menghafal kitab bermanfaat tersebut.
Mengenal Kitab Ad’iyatun Nabi ﷺ
Kitab Ad’iyatun Nabi ﷺ bukanlah kitab sembarangan. Kitab ini merupakan kumpulan doa-doa Nabi ﷺ berdasarkan hadits-hadits shahih yang disusun oleh Syeikh ’Abdul Muhsin Al-’Ibad Al-Badar hafizhahullah, seorang ulama besar sekaligus mantan Rektor Universitas Islam Madinah.
Di dalamnya merangkum 29 doa pilihan yang mencakup keselamatan diri, permintaan hidayah, hingga kebaikan dunia dan akhirat. Meskipun disusun agar mudah dihafalkan, menguasai kitab ini memerlukan ketelatenan dan kesabaran.
Dedikasi di Tengah Padatnya Kurikulum
Pencapaian Arifah tergolong luar biasa. Pasalnya, putri bungsu dari Allahyarham Ustaz Badar (pendakwah asal Sumatera) ini menyelesaikan hafalan tersebut hanya dalam waktu 2 bulan.
Hafalan ini ia selesaikan di sela-sela kesibukan rutinnya menghafal Al-Quran, mendalami ilmu syar’i lainnya, serta menjalankan praktik mengajar di lingkungan Mulazamah Mutiara Muslimah. Arifah membuktikan bahwa manajemen waktu yang baik dan tekad yang kuat adalah kunci keberhasilan.
Hafalan doa ini menjadi kitab katagori doa & dzikir ketiga yang dihafal Arifah setelah sebelumnya telah hafal Kitab Ringkas Dzikir Pagi Sore Ath-Tharifi dan Dzikir Shalat Pilihan Hisnul Muslim di tahun pertama awal menjadi santriwati baru.
Menjadi Inspirasi dan Pengajar
Atas dedikasinya, Arifah resmi menjadi santriwati pertama di Mulazamah Mutiara Muslimah yang berhasil menghafal Kitab Ad’iyatun Nabi secara utuh. Sebagai bentuk apresiasi dan penguatan ilmu, ia kini ditunjuk langsung oleh pihak markaz untuk mengajarkan kembali kitab tersebut kepada santriwati lainnya.
“Alhamdulillah, ini adalah anugerah dari Allah. Kami berharap Arifah bisa menjadi teladan bagi teman-temannya bahwa Nahwu, hafalan Quran, dan hafalan doa-doa Nabi bisa berjalan beriringan jika ditekuni dengan ikhlas,” ujar Ustazah Awanda.
Keberhasilan ini semakin mempertegas visi Mulazamah Mutiara Muslimah dalam mencetak muslimah yang tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga kaya dengan literasi doa dan ibadah sesuai sunnah.