Skip to main content
Home
  • Home
  • Tentang
    • Identitas
    • Pengasuh
    • Mengapa Memilih Kami
    • Mengenal Mulazamah
    • Panduan Mendaftar
    • Nilai dan Prinsip
    • Sebaran Santriwati
    • FAQ
  • SMP
    • PSB SMP
    • Program
    • Konsep
    • Praktik Mengajar
    • Target Pencapaian
    • Biaya Pendidikan
    • Beasiswa
    • Lanjutan
    • Pindahan
  • SMA
    • Program-SMA
  • Artikel
    • Artikel terbaru
    • Fiqih Muslimah
  • Berita
  • Ebook

You are here

  1. Home
  2. Mengenal Jejak Aqidah Salaf di Tengah Madzhab Syafi'i

Penerimaan Santriwati Baru TA 2026/2027 (Angkatan 6)

Program Mulazamah: Tahfizh, Nahwu dan Tata Boga (Setingkat SMP 3 th).

Daftar sekarang!»

Mengenal Jejak Aqidah Salaf di Tengah Madzhab Syafi'i

Thu, 15/01/2026 - 8:45 admin
Penulis: 
Ustaz Zen Ibrahim hafizhahullah
Mengenal Jejak Aqidah Salaf di Tengah Madzhab Syafi'i

Dalam mempelajari ilmu fiqih, khususnya Madzhab Syafi'i, seringkali muncul pertanyaan di tengah para penuntut ilmu: "Jika kita bermazhab Syafi'i dalam fiqih, apakah otomatis kita harus beraqidah Asy'ariyah?" Pertanyaan ini penting untuk dibahas secara adil dan ilmiah agar kita memahami sejarah emas para ulama terdahulu. Pertanyaan ini juga penting untuk menjawab keraguan sebagian calon wali santriwati Mutiara Muslimah yang ingin menuntut ilmu fiqih Syafi'i namun khawatir terhadap aqidah yang dianut.

Di Indonesia sendiri, banyak yang mengganggap bahwa Madzhab Syafi'i identik dengan paham Asy'ariyah. Pada umumnya pula, pesantren yang mengajarkan fiqih Syafi'i otomatis mengajarkan aqidah Asy'ariyah. Demikian pula, sebagian kitab-kitab fiqih Syafi'i yang populer di kalangan pesantren ditulis oleh ulama yang beraqidah Asy'ariyah. Sehingga mazhab Syafi'i seringkali diasosiasikan dengan paham Asy'ariyah.

Bahkan dalam Kitab Thabaqat Asy-Syafi'iyah karya Imam Tajudin As-Subki rahimahullah, menganggap bahwa setiap pengikut Syafi'i adalah Asy'ary. Artikel singkat ini mencoba meluruskan anggapan tersebut secara adil tanpa membuka front perbebatan baru. Tujuan kami hanya meluruskan pengikut Mazhab Syafi'i bisa saja beraqidah salaf dan pengikut manhaj salaf bisa saja bermazhab Syafi'i.

Timeline Sejarah: Memahami Waktu dan Tokoh

Untuk memahami hubungan antara Madzhab Syafi'i dan perkembangan aqidah, mari kita perhatikan urutan waktu (timeline) berikut ini:

Tahun (Hijriyah) Peristiwa / Tokoh Keterangan
150 H Lahirnya Imam Syafi'i Sang pencetus madzhab lahir.
204 H Wafatnya Imam Syafi'i Madzhab Syafi'i telah berdiri tegak dan tersebar luas di atas aqidah Salaf.
260 H Lahirnya Abul Hasan Al-Asy’ari Tokoh utama Asy'ariyah lahir 56 tahun setelah Imam Syafi'i wafat.
324 H Wafatnya Abul Hasan Al-Asy’ari Masa di mana paham Asy'ariyah mulai berkembang.

Kesimpulan Timeline: Madzhab Syafi'i telah berdiri dan memiliki pengikut setia selama satu abad sebelum paham Asy'ariyah muncul. Hal ini membuktikan bahwa identitas "Syafi'iyah" secara asal tidak harus identik dengan "Asy'ariyah". Pengikut aqidah salaf memiliki sumbangsih besar dalam membesarkan Mazhab Syafi'i.

Ketegasan Imam Syafi'i Terhadap Aqidah Salaf

Imam Syafi'i rahimahullah dikenal sebagai ulama yang sangat menjaga kemurnian ajaran dari pengaruh ilmu kalam (filsafat). Berbeda dengan Aqidah Asy'ary dikenal sebagai paham yang terpengaruh dan menerima ilmu kalam. Asy-Syafi'i menegaskan:

"Seseorang mendapat cobaan dengan melakukan semua larangan Allah selain syirik, itu jauh lebih baik baginya daripada ia menyibukkan diri dengan ilmu kalam."

Bagi beliau, kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah sesuai pemahaman para sahabat adalah jalan keselamatan yang utama.

Deretan Ulama Syafi'iyah Berpaham Salaf

Sejarah mencatat banyak ulama besar Madzhab Syafi'i yang tetap teguh memegang aqidah Salaf dan bahkan membantah paham-paham yang menyimpang:

  1. Ibnu Khuzaimah (w. 311 H): Digelari sebagai "Imamnya para Imam", beliau menulis kitab khusus tentang penetapan sifat-sifat Allah sesuai manhaj Salaf.
  2. Imam Al-Lalaka’i (w. 418 H): Penulis kitab rujukan utama aqidah Ahlus Sunnah, Syarah Ushul I'tiqad Ahlus Sunnah wal Jamaah.
  3. Abu Muhammad Al-Juwaini (w. 438 H): Ayah dari Imam Haramain yang menulis kitab Aqidatul Imam Al-Muthalib Asy-Syafi'i. Disebutkan di dalamnya, jika Imam Abul Hasan Al-Asy'ari menyelisihi Syafi'i dalam suatu perkara (aqidah), maka beliau akan menolak pendapat tersebut.
  4. Abul Hasan Al-Kurji (w. 532 H): Menegaskan bahwa siapa yang mengaku Syafi'i dalam fiqih namun beraqidah Asy'ary, maka pengakuannya tertolak karena Imam Syafi'i sendiri tidak beraqidah demikian.
  5. Imam Al-Imrani Al-Yamani (w 586 H): Penulis Kitab Al-Intishar fi Arr-Rad 'alal Mu'tazilah Al-Qadariyah Al-Asyrar, membantah dan menyanggah paham Asy'ariyah.

Menimbang dengan Adil

Mempelajari sejarah ini mengajak kita untuk bersikap adil. Kita mengakui adanya fakta sejarah bahwa banyak penganut Syafi'iyah yang beraqidah Asy'ariyah, namun kita tidak boleh menutup mata bahwa Madzhab Syafi'i asalnya berdiri di atas pondasi aqidah Salaf.

Metode Pendidikan Fikih dan Aqidah di Mutiara Muslimah

Di Mulazamah Mutiara Muslimah, kami memahami realitas literatur fiqih. Oleh karena itu, kami menerapkan sistem pendidikan yang integratif:

  1. Fiqih Madzhab Syafi'i: Kami mengajarkan Fiqih Syafi'i melalui kitab-kitab muktabar demi menjaga sanad keilmuan fiqih yang rapi.

  2. Aqidah Salaf: Kami membangun pondasi aqidah santriwati menggunakan kitab-kitab aqidah yang ditulis oleh para ulama bermanhaj Salaf.

Inilah salah satu keistimewaan dan diferensiasi Mulazamah Mutiara Muslimah: Santriwati kami dididik untuk memiliki Pondasi Fiqih Syafi'i yang kokoh di atas Aqidah Salaf yang lurus.

Referensi Utama: Tulisan Syeikh Zubair Al-Ghazy hafizahullah ulama asal Ghaza.

Tags: 
aqidah
fikih

Terkait

Safinatun Najah: Tanda-tanda Baligh Bagi Laki-laki dan Perempuan
Bangun Dasar Ibadah, Santriwati Mutiara Muslimah Setoran Safinatun Najah Pasal-pasal Shalat

Terbaru

Pendidikan atau Penjinakan? (Bagian 3): Dunia Kerja di Lembaga Pendidikan Islam
Artikel
Deep Learning dan Arah Pendidikan Ala Mulazamah Mendikdasmen
Artikel
Solusi Fiqih: Bolehkah Berwudhu Tanpa Melepas Jilbab di Tempat Umum?
Artikel
Tiga Tahun Menanam, Capaian Gemilang Angkatan ke-3 Mutiara Muslimah
Berita
Khidmat dan Haru, Mulazamah Mutiara Muslimah Lepas Santriwati Angkatan ke-3
Berita
Langkah Menuju Kelulusan, Santriwati Mutiara Muslimah Ujian TKA Paket B
Berita

Ikuti kami di media sosial









Logo Mutiara Muslimah

Mulazamah Mutiara Muslimah adalah pesantren setingkat SMP fokus program Tahfizh, Nahwu dan Tata Boga dengan memperhatikan pendidikan adab dan pengasuhan kekeluargaan.

Layanan
  • PSB SMP
  • Beasiswa
Update
  • Artikel
  • Berita
  • Ebook
Kontak

Gadungan, Girimulyo, Ngargoyoso, Karanganyar - Jawa Tengah

Google Map

0821-9402-7438 (Akhwat)


© 2025 Mulazamah Mutiara Muslimah. All rights reserved.