
Mutiaramuslimah.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengasuhan santriwati, Mulazamah Mutiara Muslimah Karanganyar turut hadir dalam seminar nasional yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) Wilayah Jawa Tengah. Acara bertajuk pengasuhan remaja putri ini berlangsung di Multazam Hotel Solo pada Selasa, 9 Desember 2025 lalu.
Seminar yang dihadiri oleh sekitar 150 perwakilan pimpinan dan pengasuh pesantren se-Jawa Tengah ini menghadirkan dua pakar untuk membedah tantangan mendidik santriwati di tengah dinamika era gadget.
Memadukan Wahyu dan Psikologi
Pada sesi pertama, Ustazah Ainul Millah, Lc., M.H.I. memaparkan materi bertajuk “Dinamika Pendidikan Remaja Putri dalam Perspektif Al-Qur’an”. Beliau menekankan bahwa pola asuh di pesantren haruslah berlandaskan nilai-nilai wahyu. Penguatan akidah dan akhlak yang bersumber dari Al-Qur’an adalah benteng utama bagi muslimah dalam menghadapi gempuran ideologi modern.
Melengkapi perspektif tersebut, Ustazah Zakiah Rahmaniah Ahmad, S.Psi. mengupas sisi kesehatan mental melalui materi “Membedah Problematika Psikis Perempuan Usia Pubertas di Pesantren”. Beliau menyoroti transisi emosional santriwati di usia pubertas yang seringkali kompleks, sehingga memerlukan pendekatan psikologis yang tepat, lembut, dan penuh empati dari para pengasuh di asrama.
Sinergi untuk Kompleksitas Pesantren Putri
Ketua BKSPPI Jawa Tengah, KH Dr. Mustaqim Safar, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa mengelola pesantren putri memiliki tingkat kompleksitas tersendiri. Diperlukan sinergi antara kedalaman ilmu agama dan pemahaman terhadap psikis remaja. Turut hadir memberikan apresiasi, Ustaz Amin Handoyo, Lc., M.A. dari Kanwil Kemenag Jawa Tengah, yang menilai inisiatif BKSPPI ini sangat krusial dalam meningkatkan kualitas SDM pengajar pesantren.

Komitmen Mutiara Muslimah
Mudiroh Markaz Mulazamah Mutiara Muslimah, Ustazah Istianah Royani, hadir langsung dan aktif dalam setiap sesi diskusi. Kehadiran beliau menjadi bukti komitmen Mutiara Muslimah untuk terus memperbarui wawasan pengasuhan demi mewujudkan lingkungan pesantren yang sehat secara mental dan kokoh secara keilmuan.
“Ada pendekatan yang berbeda dalam pengasuhan santriwati remaja dari kedua pembicara. Satu dengan pendekatan psikologi dan yang lain dengan pendekatan wahyu. Keduanya saling melengkapi karena memahami psikologi santriwati itu penting, dan tentunya acuan utamanya adalah psikologi yang berlandaskan wahyu,” ujar Ustazah Istianah.
Melalui keikutsertaan ini, Mulazamah Mutiara Muslimah berharap dapat terus menyempurnakan model pendampingan santriwati di asrama, agar setiap anak tidak hanya unggul dalam hafalan dan kitab, tetapi juga memiliki kondisi jiwa yang stabil dan bahagia selama menuntut ilmu.