Skip to main content
Home
  • Home
  • Tentang
    • Identitas
    • Pengasuh
    • Mengapa Memilih Kami
    • Mengenal Mulazamah
    • Panduan Mendaftar
    • Nilai dan Prinsip
    • Sebaran Santriwati
    • FAQ
  • SMP
    • PSB SMP
    • Program
    • Konsep
    • Praktik Mengajar
    • Target Pencapaian
    • Biaya Pendidikan
    • Beasiswa
    • Lanjutan
    • Pindahan
  • SMA
    • Program-SMA
  • Artikel
    • Artikel terbaru
    • Fiqih Muslimah
  • Berita
  • Ebook

You are here

  1. Home
  2. Mendalami Fikih, Santriwati Tahun Pertama dan Kedua Mulai Mulazamah Safinatun Najah

Penerimaan Santriwati Baru TA 2026/2027 (Angkatan 6)

Program Mulazamah: Tahfizh, Nahwu dan Tata Boga (Setingkat SMP 3 th).

Daftar sekarang!»

Mendalami Fikih, Santriwati Tahun Pertama dan Kedua Mulai Mulazamah Safinatun Najah

Wed, 04/02/2026 - 9:27 admin
Mendalami Fikih, Santriwati Tahun Pertama dan Kedua Mulai Mulazamah Safinatun Najah

Mutiaramuslimah.com – Sebagai ikhtiar untuk membekali santriwati dengan pemahaman ibadah yang kokoh dan berkualitas, Mulazamah Mutiara Muslimah resmi memulai jadwal baru pelajaran Kitab Safinatun Najah, Senin (2/2/2026). Halaqah ini diikuti oleh 10 santriwati dari angkatan tahun pertama dan kedua.

Fokus pembelajaran kali ini akan membedah fase-fase krusial dalam kehidupan seorang muslimah, mulai dari pasal tanda-tanda baligh hingga rincian rukun serta tata cara wudhu yang benar.

Mengutamakan Pemahaman di Atas Kecepatan

Mutiara Muslimah menerapkan metode Deep Learning (pembelajaran mendalam) dalam pelajaran ini. Target utama Mutiara Muslimah bukanlah seberapa cepat kitab ini khatam, melainkan sejauh mana setiap pasal meresap menjadi pemahaman yang utuh dan diaplikasikan dalam ibadah harian.

Oleh karena itu, Mulazamah Mutiara Muslimah tidak menetapkan batasan waktu untuk menyelesaikan setiap pasalnya. Santriwati hanya akan berpindah ke sabaq (pasal baru) setelah mereka benar-benar hafal dan menguasai pasal sebelumnya secara mendalam. Prinsip kami jelas: sedikit namun kokoh lebih baik daripada banyak namun rapuh.

Sanad Ilmu yang Tersambung

Sebagaimana diketahui, Safinatun Najah merupakan kitab dasar dalam fikih mazhab Syafi’i, mazhab yang menjadi acuan utama di Mutiara Muslimah. Keistimewaan pelajaran ini terletak pada bimbingan langsung Ustazah Awanda Kurniawati hafizhahallah.

Beliau merupakan murid langsung dari Syaikh DR. Labib Najib hafizhahullah, seorang pakar fikih Syafi’i terkemuka dari Yaman. Dengan sanad ilmu yang jelas dan tersambung, kami berharap keberkahan dan kemurnian pemahaman fikih dapat mengalir langsung ke dalam jiwa para santriwati.

Semoga melalui pelajaran ini, lahir generasi muslimah yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga memahami landasan ilmu di setiap amaliyahnya.

Tags: 
safinatun najah

Terkait

Safinatun Najah: Tertib dalam Berwudhu, Jika Tidak Wudhunya Rusak
Safinatun Najah: Ketelitian dalam Membasuh Kaki Jika Lalai Ancamannya Neraka
Safinatun Najah: Memahami 6 Fardhu Wudhu Bekal Utama Kesucian Ibadah
Safinatun Najah: Tata Cara Mengusap Kepala dalam Wudhu bagi Muslimah
Safinatun Najah: Tata Cara Membasuh Kedua Tangan dalam Wudhu bagi Muslimah

Terbaru

Pendidikan atau Penjinakan? (Bagian 3): Dunia Kerja di Lembaga Pendidikan Islam
Artikel
Deep Learning dan Arah Pendidikan Ala Mulazamah Mendikdasmen
Artikel
Solusi Fiqih: Bolehkah Berwudhu Tanpa Melepas Jilbab di Tempat Umum?
Artikel
Tiga Tahun Menanam, Capaian Gemilang Angkatan ke-3 Mutiara Muslimah
Berita
Khidmat dan Haru, Mulazamah Mutiara Muslimah Lepas Santriwati Angkatan ke-3
Berita
Langkah Menuju Kelulusan, Santriwati Mutiara Muslimah Ujian TKA Paket B
Berita

Ikuti kami di media sosial









Logo Mutiara Muslimah

Mulazamah Mutiara Muslimah adalah pesantren setingkat SMP fokus program Tahfizh, Nahwu dan Tata Boga dengan memperhatikan pendidikan adab dan pengasuhan kekeluargaan.

Layanan
  • PSB SMP
  • Beasiswa
Update
  • Artikel
  • Berita
  • Ebook
Kontak

Gadungan, Girimulyo, Ngargoyoso, Karanganyar - Jawa Tengah

Google Map

0821-9402-7438 (Akhwat)


© 2025 Mulazamah Mutiara Muslimah. All rights reserved.