
Pernah melihat seseorang wudhu hanya dengan membasahi sedikit kepala bagian depan? Sebagian kita menyalahkan wudhu tersebut dan mengharuskan seluruh kepala basah tersentuh air. Bagi pelajar atau awam, perbedaan tersebut tentu saja itu membingungkan. Mulazamah Mutiara Muslimah mengajarkan dasar fikih berdasarkan satu mazhab, sehingga asas pemahamannya kokoh dan yakin atas amalannya karena berlandaskan fikih.
Untuk masalah kepala, Syeikh Salim bin Sumair rahimahullah mengatakan konsepnya dengan mashu (مَسْحُ) yaitu sekadar membasahi tanpa harus mengalirkan air, yang penting basah. Apabila perkara ini terpenuhi maka wudhunya sah.
Definisi Kepala
Kepala, dalam bahasa arab disebut ar-ro`su (الرأس) adalah: adalah istilah penamaan untuk sesuatu yang tinggi. Dalam konteks bab wudhu makna kepala adalah bagian anatomi tubuh manusia paling atas yang meliputi kulit batok kepala dan rambut yang tumbuh di atasnya.
Hukum Mengusap Kepala
Hukumnya wajib karena termasuk fardhu wudhu yang enam. Apabila terlewat maka wudhunya tidak sah.
Tata Cara Mengusap Kepala
Berikut adalah rinciannya:
Minimal: Membasahi sebagian rambut, atau sebagian kecil kepala (rambut ubun-ubun). Air tidak harus sampai membasahi kulit kepala. Yang penting sebagian rambut basah terkena air.
Syarat: Rambut yang diusap harus berada di area batas anatomi kepala. Rambut panjang dan menjuntai keluar dari batas tengkuk atau pundak tidak sah jika diusap bagian yang menjuntainya tersebut.
Sunnah: Mengusap seluruh kepala dan kedua telinga adalah sunnah.
Beberapa Pembahasan Hukum
Wudhu di bawah kran
Apakah sah berwudhu di pancuran kran air, untuk kepala, seseorang meletakkan kepalanya di bawah kran sehingga basah tanpa tangannya menyentuh rambutnya?
Jawaban: Wudhunya sah.
Wudhu di bawah air hujan
Seorang ibu berwudhu di bawah guyuran air hujan di ladang, ketika sampai untuk membasuh kepala, ia tidak membasuhnya dan membiarkan kepalanya terkena air hujan kemudian langsung mengusap kaki, apakah wudhunya sah?
Jawaban: Wudhunya sah.
Wanita berambut panjang
Seorang wanita memiliki rambut panjang hingga punggung. Ia berwudhu hanya mengusap bagian ujung rambutnya yang menjuntai, apakah wudhunya sah?
Jawaban: Wudhunya tidak sah.
Hukum Berwudhu Tanpa Melepas Jilbab
Hari ini kita sering menjumpai perempuan bersafar lalu singgah di tempat-tempat umum seperti terminal, bandara atau masjid pinggir jalan untuk shalat. Demikian pula bagi wanita karir yang sehari-hari bekerja di kantor. Bagaimana wudhunya tanpa melepas jilbab atau kerudung.
Jika seorang wanita berwudhu tanpa melepas jilbab dan hanya mengusap bagian atas jilbab maka wudhunya sah dengan syarat air sampai membasahi sebagian rambut kepalanya.
Tips Praktis: Gunakan ujung jari yang basah untuk diselipkan di bawah dahi/jilbab agar mengenai sebagian kulit atau rambut ubun-ubun tanpa harus melepas seluruh kerudung.